on
Bola
- Get link
- X
- Other Apps
Data tersebut menunjukkan bahwa hampir 34 juta serangan terjadi sepanjang tahun tersebut, dengan jenis ancaman yang paling umum adalah adware, mencapai 40.8%.
Hal ini menggambarkan perubahan yang mengkhawatirkan dalam dunia keamanan digital.Lonjakan serangan malware pada perangkat seluler adalah
peringatan penting bagi pengguna untuk tetap waspada dan mengambil
langkah-langkah keamanan yang tepat.
Data ini mengingatkan pada situasi pada awal tahun 2021,
ketika serangan serupa menghantui pengguna perangkat seluler. Hal ini menunjukkan
bahwa ancaman tersebut masih relevan dan harus ditangani dengan serius.
Pelaku kejahatan siber memasukkan aplikasi berbahaya ke toko aplikasi resmi, seperti Google Play, dengan menyamar sebagai aplikasi investasi palsu untuk mencuri data pribadi pengguna.
Serangan adware melibatkan iklan pop-up yang mengganggu, yang dapat membawa pengguna ke situs berbahaya atau mendorong instalasi aplikasi ilegal.
Aplikasi semacam ini menggunakan teknik manipulasi
psikologis untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti nomor telepon dan nama
lengkap, yang kemudian digunakan untuk penipuan melalui telepon.
Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, pengguna
dapat mengurangi risiko terkena serangan malware dan menjaga keamanan data
pribadi di perangkat seluler mereka.
Kesadaran dan langkah-langkah pencegahan menjadi kunci dalam melindungi diri dari ancaman cyber yang semakin kompleks dan meresahkan.
Sumber : www.tech.indozone.id
Comments
Post a Comment