Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Waspada Lonjakan Serangan Malware pada Perangkat Seluler: Simak Jenis dan Tips Pencegahannya!


Menurut ahli keamanan dari Kaspersky, serangan malware pada perangkat seluler mengalami lonjakan hingga 50% pada tahun 2023, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa hampir 34 juta serangan terjadi sepanjang tahun tersebut, dengan jenis ancaman yang paling umum adalah adware, mencapai 40.8%.

Hal ini menggambarkan perubahan yang mengkhawatirkan dalam dunia keamanan digital.

Peringatan Penting untuk Waspada

Lonjakan serangan malware pada perangkat seluler adalah peringatan penting bagi pengguna untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah keamanan yang tepat.

Data ini mengingatkan pada situasi pada awal tahun 2021, ketika serangan serupa menghantui pengguna perangkat seluler. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman tersebut masih relevan dan harus ditangani dengan serius.

Jenis Ancaman Malware yang Berbahaya

1. Aplikasi Ilegal

Pelaku kejahatan siber memasukkan aplikasi berbahaya ke toko aplikasi resmi, seperti Google Play, dengan menyamar sebagai aplikasi investasi palsu untuk mencuri data pribadi pengguna.

Modifikasi ilegal aplikasi WhatsApp dan Telegram juga dimanfaatkan untuk mencuri data.

2. Iklan Menjebak

Serangan adware melibatkan iklan pop-up yang mengganggu, yang dapat membawa pengguna ke situs berbahaya atau mendorong instalasi aplikasi ilegal.

3. Aplikasi Investasi Palsu

Aplikasi semacam ini menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti nomor telepon dan nama lengkap, yang kemudian digunakan untuk penipuan melalui telepon.

 

Tips Pencegahan Serangan Malware

  • Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play, Apple App Store, atau Amazon Appstore.
  • Perhatikan izin aplikasi. Jangan sembarangan memberikan izin akses, terutama untuk izin sensitif seperti Aksesibilitas.
  • Pasang aplikasi keamanan terpercaya untuk mendeteksi malware dan adware
  • Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin.

 

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, pengguna dapat mengurangi risiko terkena serangan malware dan menjaga keamanan data pribadi di perangkat seluler mereka.

Kesadaran dan langkah-langkah pencegahan menjadi kunci dalam melindungi diri dari ancaman cyber yang semakin kompleks dan meresahkan.


Sumber : www.tech.indozone.id

Comments