Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Fenomena Dua Bulan di Ahir September 2024, Ini Penjelasan dari Ilmuwan!


Pada akhir September 2024, Bumi akan mengalami fenomena langka yang menarik perhatian para
astronom. Dilaporkan bahwa Bumi akan memiliki "Bulan" kedua sementara, dalam bentuk asteroid bernama PT5 2024.

Asteroid ini diperkirakan akan berada di orbit Bumi mulai 29 September hingga 25 November 2024, sebelum kembali meluncur ke luar angkasa.

Asteroid PT5 2024 ditemukan oleh dua ilmuwan dari Universitas Complutense Madrid, Spanyol, yaitu Carlos de la Fuente Marcos dan Raul de la Fuente Marcos.Dengan ukuran sekitar 10 meter, asteroid ini akan mengorbit Bumi selama dua bulan, menjadikannya seperti bulan kedua yang menemani Bumi, meskipun hanya untuk sementara waktu.

Menurut informasi dari Lake Country Astronomical Society, asteroid ini tidak akan menabrak Bumi. Setelah menyelesaikan orbitnya, PT5 2024 akan melanjutkan perjalanannya di luar angkasa. Meskipun jarang terjadi, fenomena langka ini bukanlah yang pertama kalinya.

Sebelumnya, Bumi telah beberapa kali menangkap asteroid yang masuk ke orbitnya untuk waktu terbatas sebelum akhirnya melepaskannya kembali.

Fenomena dua bulan seperti ini memberikan pandangan menarik tentang dinamika luar angkasa dan menunjukkan bagaimana asteroid kecil dapat masuk ke dalam pengaruh gravitasi Bumi untuk waktu singkat.

 

Sumber : www.tech.indozone.id

Comments