Posts

Eropa takut bergantung pada teknologi perang Amerika, palantir buka suara

Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Palantir Technologies, membantah adanya mekanisme yang memungkinkan pemerintah AS ataupun perusahaan tersebut mematikan dari jauh sistem kecerdasan buatan (AI) yang digunakan markas komando militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bantahan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap ketergantungan teknologi pertahanan mereka kepada perusahaan Amerika. Wakil Presiden Eksekutif Palantir untuk Inggris dan Eropa, Louis Mosley, menegaskan bahwa pelanggan memiliki kendali operasional atas perangkat lunak yang mereka gunakan. Menurut dia, Palantir maupun pemerintah AS tidak mempunyai mekanisme khusus untuk menghentikan sistem tersebut secara sepihak. "Tidak ada kill switch. Tidak ada kemampuan bagi Palantir ataupun pemerintah AS untuk masuk dan mematikannya," kata Mosley dalam wawancara dengan Reuters di Brussels, Rabu (21/10/2026). Pernyataan yang dilaporkan Reuters pada Kamis (22/10/2026) terseb...

Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Cara Nonton Piala Dunia 2026 Legal di HP dan TV: Lengkap & Anti Ribet!

Gila! 6 Penemuan Teknologi 2026 Ini Bikin Masa Depan Datang Lebih Cepat

Menolak Mati: Bagaimana Teknologi Masa Depan Bisa Me-reinkarnasi Jiwa Manusia

Mengenal Internet Rakyat: Solusi Digital Hemat & Cara Mudah Daftarnya!

Menavigasi Badai Digital: Cara Kita Tetap Menjadi 'Manusia' di Era Teknologi Masif

AI Agent: Era Baru Asisten Digital yang Tidak Cuma Pintar, tapi Mandiri

Bahaya Charge HP di Tempat Umum Menurut FBI

Mengupas Dokumen UFO Amerika Serikat: Antara Misteri Langit dan Fakta Ilmiah