Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Begini Cara Kerja Mahasiswa Tipu-Tipu Dari Retas Data Google Polsek hingga Perbankan

 

Polda Metro Jaya membeberkan cara aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh seorang mahasiswa berinisial KTD (22) dengan diawali ubah alamat hingga nomor call center perbankan di Google. Caranya, tersangka akan berupaya mendapatkan nomor kartu ATM termasuk kode OTP milik korban sebelum menguras uang di rekening korbannya.

"Tersangka mengubah nomor handphone dari data sasaran yang bertujuan untuk melakukan penipuan dengan modus membantu para nasabah atau customer," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Calon korban yang lebih dulu melihat informasi di Google akan menghubungi nomor yang tertera yang padahal nomor call center tersebut sudah diubah oleh tersangka. Saat ditelepon, tersangka sengaja tidak mengangkat telepon namun dia akan menelepon korban balik.

"Lucunya tersangka ini ketika dihubungi sama para korban, dia tidak langsung mengangkat. Padahal dia sudah seolah-olah sebagai call center. Nah ini juga harus hati-hati," ungkap Ade Ary.

Aksi tipu-tipu kemudian dilakukan oleh pelaku dengan berpura-pura sebagai petugas call center yang akan membantu korban. Dia akan berupaya mendapatkan nomor kartu ATM hingga kode OTP milik korban.

"Begitu tersangka mendapatkan nomor kartu ATM dan OTP, tersangka melakukan top up pada aplikasi beberapa e-walletnya. Kemudian menggunakan data yang tersangka peroleh dan akhirnya tersangka melakukan penarikan dana," kata Ade Ary.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pelaku juga berpura-pura sebagai anggota polisi jila ada masyarakat yang menghubungi nomor Polsek Setiabudi maupun Polsek Pasar Minggu. Dia akan memawarkan bantuan penyelesaian kasus namun dengan permintaan sejumlah uang.

"Tersangka mengaku-ngaku anggota Polsek tergantung dari keperluan masing-masing korban. Tersangka mengaku dapat menyelesaikan masalah korban dengan cara korban harus mengirim sejumlah dana ke rekening tertentu yang sudah dipersiapkan," kata Ade Safri.

Hingga saat ini, polisi belum masih mendalami ada tidaknya korban yang sudah terperdaya oleh ulah tersangka. Polisi juga masih mencari para korban tersebut.

Retas Data Polsek

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang mahasiswa berinisial KTD 22 di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Pelaku ditangkap usai aksinya meretas data Polsek Setiabudi dan Pasar Minggu termasuk datap perusahaan keuangan hingga perbankan.

Aksi pelaku dilakukan dengan lebih dulu menunggu sistem Google mengalami masalah atau bug. Saat itu itu tersangka mengganti identitas mulai dari alamat hinggan nomor call center di Google. Pelaku diketahui merupakan sindikat spesialis penipuan dengan modus serupa. Polisi menduga tersangka tidak bergerak seorang diri.


Sumber : www.tech.indozone.id

Comments