Istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)
muncul pertama kali pada 1956 dalam Konferensi Dartmouth. Namun, sebetulnya
konsep kecerdasan buatan ini sudah ditanamkan jauh sebelum itu. Para ahli dari
masa ke masa telah melakukan penelitian untuk terus mengembangkan kecerdasan
buatan ini. Berikut ulasannya.
Artificial Intelligence dari Tahun ke Tahun
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, benih kecerdasan
buatan sudah ditanamkan sejak para filsuf mengeluarkan teori-teori yang menjadi
landasan perkembangan kecerdasan buatan. Siapa sajakah para ahli tersebut dan
apakah kontribusinya?
Tahun 1900
Pada sekitar tahun ini, muncul filsuf yang mengeluarkan
teori-teori matematika yang menjadi landasan mesin komputer atau kecerdasan
buatan. Beberapa filsuf tersebut adalah George Boole, Alfred North Whitehead,
dan Bertrand A. W. Russell.
George Boole adalah seorang matematikawan yang menemukan
Aljabar Boolean. Ilmu ini menjelaskan operasi logika. Dengan aljabar ini, bisa
dibuktikan nilai kebenaran true atau false yang direpresentasikan dengan digit
biner 0 dan 1, sama seperti bahasa yang digunakan mesin komputer saat ini.
Semua data yang disimpan, diolah, dan disajikan oleh mesin komputer berbentuk
angkan atau bit.
Sementara itu, Alfred North Whitehead dan Bertrand A. W.
Russell mengeluarkan sebuah mahakarya yang sangat penting bagi perkembangan
kecerdasan buatan, yaitu Principia Mathematica atau disebut juga PM. PM mencoba
menjelaskan aksioma atau kumpulan pernyataan serta aturan inferensi dalam
bentuk symbolic logic yang belum bisa dibuktikan, tapi bisa menjadi landasan
pemikiran logis.
Namun, karya tersebut sempat disanggah pada 1931 oleh Göedel
yang mengeluarkan teori incompleteness. Dalam teori itu, ia menjelaskan bahwa
PM tidak akan mungkin bisa menjelaskan segala sesuatu dengan lengkap karena
akan selalu ada yang tidak sempurna.
Tahun 1930
Pada era 1930-an, muncullah Alan Turing, Claude Shannon, dan
John von Neumann. Alan Turing adalah salah satu tokoh penting dalam
perkembangan teknologi. Ia adalah penemu Turing Machine dan teori Tes Turing
yang bisa menguji tingkat kecerdasan suatu mesin komputer. Pada era sekarang,
Tes Turing dapat kita lihat pengaplikasiannya dalam fitur tes CAPTCHA.
Sedangkan, Claude Shannon dikenal sebagai bapak dari teori
informasi, teori yang lahir sebagai bentuk pengaplikasian Aljabar Boolean.
Lalu, John von Neumann adalah orang yang merumuskan bahwa komputer harus
dipisahkan menjadi dua bagian, yakni hardware dan software.
Pada era ini, para ahli membicarakan bagaimana komputer
dapat merepresentasikan pengetahuan. Mesin komputer hanya akan bergerak jika
sudah dimasukkan data. Para ahli memperdebatkan bagaimana cara memasukkan
data-data tersebut ke dalam mesin agar mesin dapat belajar.
Tahun 1950
Perlu diingat bahwa memasuki era 1950-an, dunia sudah
memiliki komputer digital. Komputer muncul pertama kali pada 1946 sesudah Perang
Dunia II. Awalnya, komputer diciptakan di Amerika untuk keperluan perang, namun
karena perang sudah berakhir, mesin komputer tersebut digunakan oleh Departemen
Statistik untuk mengolah data besar demi kepentingan negara.
Memasuki era 1950-an, muncullah John McCarthy, Marvin Lee
Minsky, Herbert Alexander Simon, Allen Newell, dan Edward Albert Feigenbaum
yang mulai merumuskan istilah AI. AI muncul pertama kali pada 1956 di pertemuan
di Dartmouth. Kontribusi lainnya yang membawa perkembangan bagi komputer adalah
bahasa LISP atau LISt Processing yang merupakan bahasa pemrograman tingkat
tinggi klasik. Lalu, ada juga Semantic Network and Frame, expert system, serta
general problem solver.
Tahun 1980
Era 1980-an dikenal juga sebagai second wave of AI. Para ahli
yang berkontribusi dalam era ini adalah David Rumelhart, Lotfi Zadeh, John
Holland, Lawrence Fogel, Ingo Rechenberg, dan John Koza. Hasil penemuan
mutakhir di era ini adalah sebagai berikut:
- Learning of MLP
- Fuzzy logic
- Genetic algorithms
- Evolutionary programming
- Evolution strategy
- Genetic programming
- Tahun 2000
Perkembangan kecerdasan buatan yang ketiga bermula pada era
2000-an saat komputer dan internet sudah ada. Adapun produk-produk
perkembangannya meliputi penemuan World Wide Web atau WWW oleh Tim Berners-Lee
pada 1989, Internet of Things oleh Kevin Ashton pada 1999, sistem cloud yang
dimulai dari 1950 dan terus dikembangan hingga 1990-an, munculnya istilah big
data oleh John R. Mashey pada 1998, dan deep learning oleh Geoffrey Hinton pada
2006.
Dari guest lecture yang disampaikan Dr. Lukas tersebut,
dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan AI terbagi menjadi empat bagian,
yakni dimulai dari perkembangan teori, gelombang pertama yang menandai
munculnya pemikiran untuk memberikan pengetahuan bagi mesin, gelombang kedua
ketika mesin mulai mengolah data yang dimasukkan, serta gelombang ketiga saat
internet telah ditemukan.
Alhasil, kini AI telah berkembang jauh dan seiring dengan
semakin canggihnya teknologi di masa depan, bukan tidak mungkin AI juga akan
ikut tumbuh bersamanya.
Comments
Post a Comment