Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Komdigi Kaji Implementasi Koneksi HP ke Satelit Mirip Starlink


 Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengkaji potensi implementasi Teknologi Non-Terrestrial Network Direct-to-Device (NTN-D2D) di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan perangkat seluler terhubung dengan satelit tanpa base transceiver station (BTS).

Komdigi telah membuka konsultasi publik atas dokumen Call for Information (CFI) Kajian Regulasi dan Kebijakan tersebut.

 

Konsultasi ini bertujuan menghimpun pandangan, data, serta praktik terbaik dari para pemangku kepentingan mengenai potensi pemanfaatan teknologi NTN-D2D sebagai solusi untuk pemerataan konektivitas digital nasional.

Sebagai informasi, teknologi NTN-D2D memungkinkan perangkat seluler berkomunikasi langsung dengan satelit tanpa bergantung pada menara BTS. Dengan demikian, internet ini dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan, dan perairan yang sulit diakses jaringan darat.

 

NTN-D2D dinilai berpotensi memperluas jangkauan layanan seluler, memperkuat ketahanan komunikasi nasional, serta menciptakan dampak ekonomi digital di daerah.

Dokumen CFI ini disusun untuk mengumpulkan masukan publik mengenai potensi implementasi teknologi NTN-D2D di Indonesia.

Dalam dokumen CFI tersebut, pemerintah terbuka terhadap masukan dari operator telekomunikasi, penyedia layanan satelit, industri perangkat, asosiasi, akademisi, dan masyarakat umum.

 

Masukan yang diberikan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan dan regulasi, termasuk aspek teknis, manajemen spektrum frekuensi, model bisnis, dan skema kerja sama antar operator.

Komdigi mendorong partisipasi publik untuk memberikan tanggapan melalui surat elektronik ke email ke sat-ins@postel.go.id dan orsat@infradig.komdigi.go.id dengan batas waktu penyampaian tanggapan 9 November 2025.

 

Lebih lanjut, teknologi semacam ini telah diterapkan oleh perusahaan satelit milik Elon Musk, Starlink, yang diberi nama Direct to Cell.

"Satelit Starlink dengan kemampuan Direct to Cell memungkinkan akses menyeluruh untuk mengirim SMS, menelepon, dan menjelajah di mana pun Anda berada, baik di darat, danau, atau pun perairan pesisir. Direct to Cell juga akan menghubungkan perangkat IoT dengan perangkat LTE umum," tulis Starlink di lamannya.

Satelit Starlink disebut memiliki modem eNodeB yang bertindak seperti menara seluler di ruang angkasa.

Starlink menyebut layanannya ini bisa digunakan oleh semua ponsel LTE di mana pun.

Meski demikian, layanan Direct to Cell dari Starlink belum tersedia di Indonesia.

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20251023131154-213-1287703/komdigi-kaji-implementasi-koneksi-hp-ke-satelit-mirip-starlink

Comments