Berkat kemajuan zaman, kini di tempat umum sudah banyak
tersedia charging station (stasiun pengisian daya) gratis, seperti di mal,
stasiun kereta, hotel, kampus, hingga bandara.
Seperti yang Sobat Gadget tahu bahwa charging station
merupakan fasilitas yang memungkinkan pengguna handphone (HP) untuk bisa
mengisi daya HP mereka secara bersamaan di tempat umum. Sehingga pengguna HP
tidak perlu lagi kesulitan mengisi dayanya ketika sedang berada di tempat umum.
Bahkan kabarnya, charging station kian populer di ruang publik karena orang
semakin mengandalkan perangkat seluler mereka.
Kendati demikian, terlepas dari kemudahan yang diberikannya,
charging station yang ada di tempat umum bisa membahayakan HP, khususnya
charging station dengan model port USB. Pasalnya, port USB memiliki risiko
tinggi menjadi tempat penyebaran virus malware atau malicious software,
sehingga tidak aman untuk melakukan charge HP di tempat umum dengan charging
station. Bahkan pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) pun telah
memperingatkan akan bahaya dari melakukan charge HP di tempat umum.
Nah, kira-kira bahaya seperti apa yang ditimbulkan dari
mengisi daya HP di tempat umum menurut FBI? Berikut bahaya charge HP di tempat
umum menurut FBI. Yuk, simak!
Pernyataan FBI
Baru-baru ini, sebagaimana yang dilansir dari Fox 5, FBI
(Biro Investigasi Federal Amerika Serikat) memperingatkan publik tentang
potensi risiko yang terkait dengan pengisian daya perangkat elektronik,
terutama HP. Menurut FBI, hacker telah menemukan cara untuk menginstal malware
dan memantau perangkat lunak (malicious software) ke perangkat yang menggunakan
charging station di tempat umum melalui port USB.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan dalam sebuah cuitan
dari akun Twitter @FBIDenver. Cuitan tersebut mengatakan hal yang sama terkait
pernyataan dari FBI bahwa aktor jahat telah menemukan cara untuk memasukkan
malware dan perangkat lunak pemantauan ke perangkat menggunakan port USB
publik. Oleh karena itu, hindari penggunaan charging station gratis di bandara,
hotel, atau pusat perbelanjaan. FBI juga menyarankan kepada pengguna HP untuk
membawa pengisi daya dan kabel USB sendiri, lalu gunakan stopkontak listrik
sebagai gantinya. Atau sebagai alternatif lain, kamu bisa menggunakan power
bank pribadi.
Baca Juga:
Indikasi Terkena Juice Jacking
Peringatan dari FBI tersebut berfungsi sebagai pengingat
bahwa di dunia yang digerakkan oleh teknologi ini tetap harus memperhatikan
kenyamanan ketika mengisi daya HP di ruang publik. Sebab, hal ini memiliki
risiko keamanan yang tidak boleh diabaikan. Selain itu, melansir dari Kompas,
bahaya lain yang bisa terjadi dari mengisi daya HP di tempat umum adalah terkena
praktik "Juice Jacking".
Juice Jacking adalah serangan keamanan pada perangkat yang
terhubung melalui USB. Serangan tersebut bisa berupa malware yang dipasang
melalui port USB yang rusak oleh aktor jahat. Sehingga mereka dapat mengunci
perangkat atau mengekspor data pribadi serta kata sandi pengguna charging
station. Setelah itu, aktor jahat tersebut akan menggunakan informasi korbannya
untuk mengakses akun online atau menjualnya ke aktor jahat lainnya.
Melansir dari FCC, ada beberapa tips untuk mencegah Juice
Jacking. Berikut tipsnya:
- Menggunakan baterai eksternal atau power bank pribadi.
- Pertimbangkan untuk membawa kabel khusus pengisian daya agar
bisa mencegah pengiriman atau penerimaan data saat mengisi daya.
Nah, Sobat Gadget, itulah tadi bahaya charge HP di tempat
umum menurut FBI. Agar bahaya tersebut tidak terjadi padamu, ada baiknya kamu
mempertimbangkan ketika hendak melakukan charge HP di tempat umum. Atau sebagai
alternatif, kamu bisa membawa power bank pribadi. Selain itu, pastikan HP yang
kamu gunakan mendukung sistem kemanan terbaik.
Comments
Post a Comment