Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Teknologi Tepat Guna (TTG) Didorong Jadi Solusi Kemandirian Masyarakat

Kupang — Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) terus didorong sebagai solusi praktis untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. TTG dikenal sebagai teknologi yang dirancang sederhana, terjangkau, mudah dioperasikan, serta ramah lingkungan, sehingga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Berbagai inovasi TTG telah hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari alat pengolahan hasil pertanian, teknologi irigasi hemat air, alat pengering hasil panen berbasis tenaga surya, hingga mesin pengolahan limbah rumah tangga. Kehadiran teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

Menurut penggiat teknologi masyarakat, TTG bukan sekadar alat, tetapi pendekatan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan nyata warga. “Teknologi Tepat Guna harus sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Sederhana tapi berdampak besar,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dan komunitas inovator juga aktif mengembangkan TTG melalui pelatihan, pendampingan, serta pameran inovasi. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memodifikasi dan mengembangkan teknologi secara mandiri.

Selain meningkatkan ekonomi lokal, TTG dinilai mendukung keberlanjutan lingkungan. Penggunaan energi terbarukan dan bahan lokal dalam pengembangan teknologi membantu mengurangi ketergantungan pada alat modern yang mahal dan kurang ramah lingkungan.

Dengan terus berkembangnya inovasi dan dukungan berbagai pihak, Teknologi Tepat Guna diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mendorong kemandirian, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Comments