Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

DDoS (Distributed Denial of Service) menjadi serangan yang mengganggu kelangsungan bisnis

Selama bertahun-tahun DDoS (Distributed Denial of Service) menjadi serangan yang mengganggu kelangsungan bisnis. Jika serangan ini berhasil dijalankan, maka sistem akan menjadi down sehingga pelanggan ataupun pengguna aplikasi/web tidak dapat

mengaksesnya. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, sebuah bisnis tentu akan mengalami kerugian yang besar. 
Perlu Anda tahu, serangan DDoS (Distributed Denial of Service) ini tidak hanya menargetkan sistem website namun juga aplikasi bisnis yang lain seperti CRM atau email. Untuk memahami apa itu DDoS dan cara menghindarinya, berikut kami sediakan penjelasannya untuk Anda.

Apa Itu DDoS? Jadi, apa itu DDoS?, DDoS (Distributed Denial of Service) adalah serangan Cyber dimana Hacker akan membanjiri server dengan lalu lintas palsu agar pengguna sah tidak bisa mengakses layanan/servicesistem, atau website yang terhubung. Pada umumnya, hacker akan membanjiri lalu lintas server atau jaringan tersebut dengan menggunakan multiple sistem komputer sebagai sumber lalu lintas serangan. Jika serangan ini berhasil dilakukan, DDoS dapat mengakibatkan kerusakan kecil atau downtime dalam jangka yang panjang sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan suatu bisnis. Tidak seperti jenis serangan cyber lain yang fokus merusak dengan cara membobol sistem keamanan, serangan DDoS ini lebih memanfaatkan adanya limit kapasitas pada sumber daya jaringan.

DDoS bekerja dengan cara menghabiskan semua bandwidth atau sumber daya yang tersedia di jaringan, sistem, atau situs web target sehingga ketika pengguna sah datang untuk mengaksesnya maka sistem tidak dapat lagi menanggapi permintaan tersebut.Untuk memahami apa itu DDoS, Anda harus mengetahui bahwa serangan DDoS (Distributed Denial of Service) ini berbeda dengan serangan DoS (Distributed Denial of Service). Ketika menjalankan serangan DDoS, hacker akan menggunakan beberapa mesin untuk menargetkan sistem korban, berbeda dengan DoS yang hanya akan menggunakan sebuah mesin tunggal untuk menyerang sistem korban.

3 Jenis Serangan DDoS
Terdapat 3 jenis serangan DDoS yang utama, yaitu:

1. Serangan DDoS protokol
Serangan protokol DDoS menargetkan networking layer dari sistem target yaitu layer 3 dan layer 4 dengan permintaan koneksi yang berbahaya. Tujuan serangan protokol adalah untuk membanjiri tablespace dari layanan jaringan inti, firewall, atau load balancer yang meneruskan permintaan ke target. Serangan ini akan mengirimkan paket parsial dan ping yang lambat untuk membebani target buffer yang pada akhirnya membuat sistem menjadi crash.

2. Serangan DDoS volumetrik
Serangan volumetrik adalah serangan DDoS yang menggunakan sejumlah lalu lintas palsu berskala besar untuk membanjiri sumber daya situs web atau server. Perlu Anda tahu, serangan volumetrik adalah serangan DDoS yang paling umum terjadi. Metode ini dipergunakan untuk menciptakan kemacetan dengan cara menghabiskan semua bandwidth jaringan yang tersedia dengan mengirimkan permintaan data palsu.

3. Serangan DDoS lapisan aplikasi

Serangan lapisan aplikasi adalah serangan yang dirancang untuk menargetkan “top” layer pada OSI (Open System Interconnection ) model yaitu tempat dimana permintaan internet sering terjadi seperti HTTP GET dan HTTP POST. Tujuan utama dari serangan ini adalah untuk menghabiskan sumber daya target sehingga sistem akan memberikan penolakan layanan/service. 

Cara Menghindari Serangan DDoS
Setelah Anda mengetahui apa itu DDoS dan memahami dampak besar yang dapat ditimbulkan, Anda harus mulai lebih waspada terhadap serangan ini. 

  1. Identifikasi serangan DDoS lebih awal
  2. Memperbesar kapasitas bandwidth yang digunakan
  3. Konfigurasi firewall dan router
  4. Menghubungi spesialis mitigasi DDoS

Melihat saat ini sudah semakin banyak perusahaan yang menawarkan jasa dan layanannya secara online, maka penting bagi perusahaan untuk mengetahui apa itu DDoS. Meskipun konsep serangan ini cukup sederhana, namun jika dibiarkan saja maka perusahaan dapat mengalami kerugian yang besar seperti kehilangan uang, waktu, klien, atau bahkan reputasi.
Selain meningkatkan security awareness, perusahaan Anda juga dapat menggunakan layanan penetration testing untuk mengetahui seberapa kuat sistem Anda dalam menangani serangan. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui tingkat keamanan sistem sehingga perbaikan atau peningkatan keamanan dapat segera dilakukan.

https://www.logique.co.id/blog/2021/06/18/apa-itu-ddos/

Comments