Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Alasan Harus Berhati-hati Menggunakan WiFi Gratis Publik

 Wi-Fi gratis adalah salah satu kenyamanan paling berguna di dunia modern. Dimanapun Anda berada, ini menjadi lebih mudah dan mudah untuk menemukan hotspot untuk menghubungkan ponsel atau laptop. Tapi, Wi-Fi gratis tidak semaksimal mungkin kedengarannya. Bahkan, menghubungkan ke jaringan Wi-Fi gratis terkadang bisa menjadi pilihan yang berbahaya.

Data dan Informasi Pribadi Anda Bisa Rentan

        Ada cara mudah untuk menemukan jaringan Wi-Fi gratis. Kemungkinan besar Anda akan menemukan ada banyak tempat yang dekat dengan tempat tinggal, pekerjaan, perjalanan, dan berbelanja. Banyak bisnis, seperti Starbucks dan Apple, menawarkan Wi-Fi gratis, dan banyak organisasi transit menawarkan jaringan gratis. Hotspot gratis bermunculan di taman, bandara, stasiun kereta api, perpustakaan, dan tempat umum lainya.

        Tapi, jika Anda memilih untuk terhubung dengan Wi-Fi gratis, ada beberapa risiko. Ini bisa membuat data pribadi dan aktivitas browsing Anda rentan. Jaringan publik utama adalah target yang jelas bagi peretas yang mencari data pribadi orang lain. Anda seharusnya tidak mengambil risiko lebih dari yang diperlukan saat menggunakan jaringan Wi-Fi gratis. Jika Anda dapat menunggu untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan pengiriman informasi sensitif seperti data perbankan.

 

Hacker Bisa Membuat Jaringan Wi-Fi Palsu

        Seperti yang dilaporkan oleh Jen A. Miller untuk PCWorld, mudah bagi para hacker untuk membuat hotspot palsu dan sama mudahnya bagi konsumen untuk mencapainya dan akhirnya mendapatkan hack. Sebagian besar dari kita tidak sepenuhnya mempertanyakan apakah jaringan Wi-Fi aman, dan banyak dari kita tidak benar-benar punya waktu untuk memeriksa apakah itu mungkin jahat atau palsu. Tapi, setelah seorang hacker membuat Anda masuk ke jaringan palsu, bahayanya nyata.

        Begitu Anda bergabung dengan hotspot palsu, peretas dapat mengakses file Anda atau menginstal perangkat lunak perusak di perangkat Anda, dan mereka dapat mengakses data pribadi atau memata-matai aplikasi dan layanan yang Anda gunakan. Itu cukup buruk jika hanya data pribadi Anda pada perangkat Anda, namun lebih buruk lagi jika Anda menggunakan perangkat kerja dan memiliki informasi sensitif dari atasan Anda juga. Membeli hotspot atau menggunakan telepon Anda sebagai hotspot, atau meminta staf di lokasi apakah hotspot benar-benar milik mereka, adalah beberapa pilihan yang harus Anda pertimbangkan.

Anda harus menyerahkan data Anda untuk mendapatkan Wi-Fi gratis

        Ini bukan hanya jaringan palsu atau yang tidak terenkripsi yang harus Anda khawatirkan. Menghubungkan ke jaringan Wi-Fi yang sah dan gratis berarti menyerahkan beberapa data pribadi, namun apakah Wi-Fi gratis layak untuk berbagi data Anda? Itu pertanyaan sulit untuk dijawab secara definitif.

Tips Aman Menggunakan Wi-Fi Publik :

  1. Berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi Publik, jangan pernah dipakai bertransaksi.
  2. Non-aktifkan koneksi otomatis ke Wi-Fi,Menghubungkan perangkat secara otomatis bisa membuka kesempatan bagi pelaku kejahatan siber untuk menyebar Malware.
  3. Hindari Wi-Fi yang tidak terpercaya, Usahakan untuk menggunakan jaringan yang aman ketika butuh memasukan akun bank, paspor, atau detail sensitif lainnya.
  4. Pasang solusi keamanan perlindungan VPN, pilih VPN yang tidak menyimpan dan menjual data pengguna.
  5. Periksa dengan cermati nama Hotspot pengguna perlu memeriksa dan benar-benar pastikan nama Wi-Fi tidak dipalsukan.

Comments

Post a Comment