Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Palantir Technologies, membantah adanya mekanisme yang memungkinkan pemerintah AS ataupun perusahaan tersebut mematikan dari jauh sistem kecerdasan buatan (AI) yang digunakan markas komando militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bantahan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap ketergantungan teknologi pertahanan mereka kepada perusahaan Amerika. Wakil Presiden Eksekutif Palantir untuk Inggris dan Eropa, Louis Mosley, menegaskan bahwa pelanggan memiliki kendali operasional atas perangkat lunak yang mereka gunakan. Menurut dia, Palantir maupun pemerintah AS tidak mempunyai mekanisme khusus untuk menghentikan sistem tersebut secara sepihak. "Tidak ada kill switch. Tidak ada kemampuan bagi Palantir ataupun pemerintah AS untuk masuk dan mematikannya," kata Mosley dalam wawancara dengan Reuters di Brussels, Rabu (21/10/2026). Pernyataan yang dilaporkan Reuters pada Kamis (22/10/2026) terseb...
- Get link
- X
- Other Apps

okokok
ReplyDelete