Dari Pinrang ke NASA: Kisah Rehan, Siswa SMA yang Masuk Hall of Fame Lembaga Antariksa AS

Dunia keamanan siber kembali menorehkan kisah inspiratif dari Indonesia. Rehan (17), siswa SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan, berhasil meraih penghargaan internasional dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan celah keamanan (bug) pada salah satu sistem digital lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut. Atas kontribusinya, nama Rehan resmi tercatat dalam NASA Hall of Fame (HoF).

Berawal dari Program Resmi NASA

Ketertarikan Rehan bermula saat mengetahui adanya Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang dibuka oleh NASA. Program ini merupakan jalur resmi bagi peneliti keamanan (security researcher) untuk melaporkan kerentanan sistem secara etis dan bertanggung jawab. Melalui program tersebut, Rehan mulai menguji kemampuannya sejak Januari 2026.

Hasilnya tidak main-main. Rehan berhasil menemukan celah keamanan yang memungkinkan pengambilan username dari salah satu sistem NASA. Temuan tersebut dilaporkan sesuai prosedur, divalidasi oleh pihak NASA, dan dinyatakan sah sebagai kerentanan keamanan.

Resmi Masuk NASA Hall of Fame

Atas dedikasi dan kontribusinya, NASA memberikan apresiasi resmi dan mencantumkan nama Rehan ke dalam Hall of Fame, sebuah daftar peneliti keamanan dari seluruh dunia yang berkontribusi meningkatkan keamanan sistem NASA. “Alhamdulillah saya bisa tahap mengambil username dari website NASA dan atas dedikasi ini, nama saya tercatat dalam Hall of Fame NASA,” ungkap Rehan.

Prestasi ini menempatkan Rehan sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang cyber security.

Keyakinan Bahwa Setiap Sistem Punya Celah

Meski NASA dikenal memiliki sistem keamanan berlapis dan sangat ketat, Rehan tetap yakin bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya sempurna. Menurutnya, ancaman keamanan digital terus berkembang, sehingga peluang kerentanan selalu ada. Keyakinan inilah yang mendorongnya terus mencoba dan melakukan riset secara mendalam.

Pengakuan Internasional dan Nasional

Prestasi Rehan tidak berhenti di NASA. Ia juga menerima pengakuan internasional dari sejumlah institusi akademik ternama, seperti:

  • TU Dresden (Jerman),
  • University of Oslo (Norwegia),
  • San Diego State University (Amerika Serikat).

Di dalam negeri, Rehan memperoleh sertifikat apresiasi dari beberapa universitas besar, antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, dan Universitas Airlangga, serta mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah Indonesia. Seluruh penghargaan tersebut berkaitan dengan kontribusinya di bidang keamanan siber.

Belajar Otodidak Sejak SMP

Menariknya, Rehan mengaku mulai mendalami dunia teknologi informasi sejak SMP, belajar secara otodidak melalui sumber-sumber daring seperti Google dan YouTube. Dengan dukungan keluarga, ia terus mengasah kemampuannya hingga mampu menembus pengakuan dunia internasional.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Rehan menjadi bukti bahwa usia dan keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi di level global. Dengan etika, ketekunan, dan pemanfaatan jalur resmi seperti VDP, talenta muda Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata bagi keamanan digital dunia.

Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengembangan literasi dan keterampilan keamanan siber sejak dini, serta perlunya dukungan berkelanjutan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan negara.

 

Comments