Si Boli: Simbol Persatuan dan Identitas Budaya di Jantung Flores Timur

Larantuka kini memiliki ikon baru yang akan menghiasi kemeriahan perhelatan sepak bola di Flores Timur. Tepat pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Kota Felix Fernandez, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, secara resmi memperkenalkan Si Boli —maskot yang tidak sekadar menjadi simbol pertandingan, tetapi representasi jiwa dan jati diri masyarakat Lamaholot. Filosofi di Balik Goresan Tangan Di balik karakter unik Si Boli, terdapat dedikasi seorang Tarwan Stanislaus . Mantan jurnalis yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemda Flores Timur ini menuangkan keahlian desain grafisnya ke dalam sebuah karya yang sarat makna. Proses kreatifnya tidak lahir dalam semalam; Tarwan melakukan riset mendalam dengan berdialog bersama sejumlah tokoh kunci, seperti Petrus K. Kewuan, Wento Eliando, Eman Niron, Ebed De Rosari, serta Patman Werang. Si Boli adalah sebuah perpaduan cermat yang menyatukan identitas dari tiga wilayah besar di Flores Timur: Selendang Waibalun yang merepresentasikan Flores daratan. N...

Kronologi Mahasiswa Bobol Rekening Taspen Kakek Pensiunan Rp 304 Juta, Modalnya Cuma Pakai WhatsApp

Pelaku sendiri diketahui merupakan mahasiswa berusia 29 tahun dan kini telah kabur ke luar negeri. Tak sendiri, mahasiswa yang bobol rekening taspen itu juga dibantu oleh dua orang temannya.

Kronologi Kejadian

Mulanya, mahasiswa itu dan pelaku lainnya menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp (WA). Saat itu, pelaku berdalih mengaku sebagai perwakilan dari PT Taspen.

    Setelahnya, pelaku mencoba meyakinkan korban dan mengarahkan korban ke proses akses tidah sah di rekening bank korban melalui mobile banking. Pelaku juga melakukan pemindahan sistem tanpa izin si pemilik.

"Kebetulan, korban dalam kasus ini adalah seorang pensiunan," ujar AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (9/6/2025).

"Pelaku memberitahukan korban bahwa ada pembaruan data yang mengharuskan korban untuk mengisi data rekening melalui sebuah link yang dikirimkan pelaku," imbuh Reonald Simanjuntak.

    Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga memakai aplikasi Android Package Kit (APK) kepada korban melalui pesan WhatsApp. Kemudian meminta korban mengisi data pribadi, termasuk formulir, fingerprint, foto, dan video selfie.

"Karena korban percaya, ia mengikuti semua instruksi pelaku, termasuk mengisi data pribadi serta mentransfer uang sebesar Rp10.000 untuk biaya materai," kata Ronald.

    Setelahnya, korban tiba-tiba menerima sebuah notifikasi terkait transaksi yang ternyata tak pernah dilakukannya. Dan ya, dalam notifikasi tersebut terdapat transaksi transfer dari rekening miliknya ke rekening bank BUMN dan bank swasta.

Dan total uang yang dikuras yakni mencapai Rp 304 juta.

"Korban mendapat notifikasi bahwa telah terjadi beberapa transaksi transfer dari rekening miliknya ke rekening bank BUMN dan bank swasta. Total kerugian mencapai Rp304 juta," ungkap Reonald dikutip dari TribunJatim.com.

    Polisi pun langsung berusaha melacak keberadaan mahasiswa yang bobol rekening taspen itu usai dilaporkan korban. Namun sayang, polisi hanya menemukan dua orang pelaku.

Hal ini lantaran sang mahasiswa diduga telah kabur ke luar negeri, yakni Kamboja.

"Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka berinisial EC di Ciputat, Tangerang Selatan. Kemudian, tersangka lainnya, IT, ditangkap di Subang, Jawa Barat," beber Ronald.

"Surat DPO sudah dikeluarkan. Pelaku saat ini berada di luar negeri, tepatnya di Kamboja," tandas Ronald. 

Comments